Kamis, 22 September 2011

TKSM

Pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginsiprasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu. Dilihat dari pendekatannya, pembelajaran terdapat dua jenis pendekatan, yaitu: (1) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada siswa (student centered approach) dan (2) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada guru (teacher centered approach). Dari pendekatan pembelajaran yang telah ditetapkan selanjutnya diturunkan ke dalam strategi pembelajaran. Newman dan Logan (Abin Syamsuddin Makmun, 2003) mengemukakan empat unsur strategi dari setiap usaha, yaitu: Mengidentifikasi dan menetapkan spesifikasi dan kualifikasi hasil (out put) dan sasaran (target) yang harus dicapai, dengan mempertimbangkan aspirasi dan selera masyarakat yang memerlukannya. Mempertimbangkan dan memilih jalan pendekatan utama (basic way) yang paling efektif untuk mencapai sasaran. Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah (steps) yang akan dtempuh sejak titik awal sampai dengan sasaran. Mempertimbangkan dan menetapkan tolok ukur (criteria) dan patokan ukuran (standard) untuk mengukur dan menilai taraf keberhasilan (achievement) usaha.

Jumat, 09 September 2011

Faktor Laju Reaksi

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Laju Reaksi
1. Konsentrasi, semakin besar konsentrasi semakin besar laju reaksi, kecuali pada reaksi orde nol konsentrasi tidak mempengaruhi laju.
2. Fasa zat yang bereaksi, reaksi pada fasa gas akan lebih cepat daripada reaksi pada fasa cair maupun padat.
3. Suhu, semakin tinggi suhu semakin besar laju reaksi, kecuali pada reaksi enzimatik karena reaksi enzimatik mempunyai suhu optimum.
4. Luas permukaan, semakin besar luas permukaan semakin besar laju reaksi (besi jika direaksikan dengan asam, lajunya akan lebih besar jika besi dalam bentuk serbuk dibandingkan besi dalam bentuk granula).
5. Katalis, adanya katalis akan mempengaruhi laju reaksi, namun perlu diinagat bahwa katalis tidak memulai reaksi.

Kamis, 14 April 2011

GLUKOSA

Glukosa adalah adalah salah satu karbohidrat terpenting yang digunakan sebagai sumber tenaga bagi hewan dan tumbuhan. Glukosa merupakan salah satu hasil utama fotosintesis dan awal bagi respirasi. Bentuk alami (D-glukosa) disebut juga dekstrosa, terutama pada industri pangan.


Karbohidrat glukosa merupakan karbohidrat terpenting dalam kaitannya dengan penyediaan energi di dalam tubuh. Hal ini disebabkan karena semua jenis karbohidrat baik monosakarida, disakarida maupun polisakarida yang dikonsumsi oleh manusia akan terkonversi menjadi glukosa di dalam hati. Glukosa ini kemudian akan berperan sebagai salah satu molekul utama bagi pembentukan energi di dalam tubuh. Berdasarkan bentuknya, molekul glukosa dapat dibedakan menjadi 2 jenis yaitu molekul D-Glukosa dan L-Glukosa. Faktor yang menjadi penentu dari bentuk glukosa ini adalah posisi gugus hidrogen (-H) dan alkohol (–OH) dalam struktur molekulnya. Glukosa yang berada dalam bentuk molekul D & L-Glukosa dapat dimanfaatkan oleh sistim tumbuh-tumbuhan, sedangkan sistim tubuh manusia hanya dapat memanfaatkan DGlukosa. Glukosa juga akan berperan sebagai sumber energi utama bagi kerja otak. Melalui proses oksidasi yang terjadi di dalam sel-sel tubuh, glukosa kemudian akan digunakan untuk mensintesis molekul ATP (adenosine triphosphate) yang merupakan molukel molekul dasar penghasil energi di dalam tubuh. , proses metabolisme glukosa akan berlangsung melalui 2 mekanisme utama yaitu melalui proses anaerobik dan proses aerobik. Proses metabolisme secara anaerobik akan berlangsung di dalam sitoplasma (cytoplasm) sedangkan proses metabolisme anaerobik akan berjalan dengan mengunakan enzim ysebagai katalis di dalam mitochondria dengan kehadiran Oksigen (O ).

Glukosa merupakan aldehida (mengandung gugus -CHO). Lima karbon dan satu oksigennya membentuk cincin yang disebut "cincin piranosa", bentuk paling stabil untuk aldosa berkabon enam. Dalam cincin ini, tiap karbon terikat pada gugus samping hidroksildan hidrogen kecuali atom kelimanya, yang terikat pada atom karbon keenam di luar cincin, membentuk suatu gugus CH2OH. Struktur cincin ini berada dalam kesetimbangan dengan bentuk yang lebih reaktif.

Glukosa merupakan sumber tenaga yang terdapat di mana-mana dalam biologi. Kita dapat menduga alasan mengapa glukosa, dan bukan monosakarida lain seperti fruktosa, begitu banyak digunakan. Glukosa dapat dibentuk dari formaldehida pada keadaan abiotik, sehingga akan mudah tersedia bagi sistem biokimia primitif. Hal yang lebih penting bagi organisme tingkat atas adalah kecenderungan glukosa, dibandingkan dengan gula heksosa lainnya, yang tidak mudah bereaksi secara nonspesifik dengan gugus amino suatu protein. Reaksi ini (glikosilasi) mereduksi atau bahkan merusak fungsi berbagai enzim. Rendahnya laju glikosilasi ini dikarenakan glukosa yang kebanyakan berada dalam isomer siklik yang kurang reaktif.

Selasa, 29 Maret 2011

bLogNya dE niTa: TABEL PERIODIK

bLogNya dE niTa: TABEL PERIODIK: "GOLONGAN A  Golongan I AHa               : H  &..."

bLogNya dE niTa: TABEL PERIODIK

bLogNya dE niTa: TABEL PERIODIK: "GOLONGAN A  Golongan I AHa               : H  &..."

TABEL PERIODIK


Golongan AGOLONGAN A

 Golongan I A
Ha               : H     (Hidrogen)
Li                : Li    (Litium)
Na               : Na   (Natrium)
Kawin         : K     (Kalium)  
Robi           : Rb   (Rubidium)
Cs               : Cs   (Sesium)
Frustasi      : Fr    (Fransium)


Golongan II A
Beli            : Be   (Berilium)
Mangga      : Mg  (Magnesium)
Cari            : Ca   (Kalsium)
Sirsak         : Sr    (Stronsium)
Bawa          : Ba   (Barium)
Rambutan   : Ra   ( Radium)


Golongan III A
Bang           : B     (Boron)
Al               : Al   (Alumunium)
Gali            : Ga   (Galium)
In                :In     (Indium)
Tel              :Tl     (Talium)
Utusan        :Uut 
Golongan IV A
Cacing          : C  (Karbon)
Si                  : Si  (Silikon)
Gelang          : Ge (Germanium)
Senang         : Sn (Timah)
PointBlank   : Pb (Timbal)
Untuk           : Uuq(Ununquadium)
Urusan quis


Golongan V A
Nara             : N  (Nitrogen)
Pidana          : P   (Phosfor)
Asik              : As (Arsen)
Sebar            : Sb (Antimon)
Biskuit         : Bi (Bismut)
Untuk polisi : Uup


Golongan VI A
Orang           : O  (Oksigen)
Senang         : S (Sulfur/Belerang)
Sekali           : Se (Selenium)
Tempat         : Te (Telurium)
Pondok         : Po (Polonium)
Untuk hiasan       :Uuh (Ununheksium)
Golongan VII A
Fri              : F     (Flour)
Cilla           : Cl    (Klor)
Baru           : Br   (Brom)
Ikutan         : I      (Iodium)
Atletik        : At   (Astatin)
Untuk         : Uus
Seagames


Golongan VIII A
Heboh           : He (Helium)
Negara          : Ne (Neon)
Arab             : Ar (Argon)
Karena          : Kr (Kripton)
Xerang         : Xe (Xenon)
Rumania       : Rn (Radon)
Untuk Otawa       : Uuo (Ununoktium)

                                                   

                                                GOLONGAN B




  Golongan III B
Secara        : Sc   (Skandium)
Yo              : Y     (Yetrium)
La               : La   (Lanthanium)
Actrees       : Ac   (Aktinium)

Golongan IV B
Titi             : Ti    (Titanium)
Zikir           : Zr    (Zirkonium)
Hafalan      : Hf   (Hafnium)
Rofa’          : Rf   (Rutherfordium)

Golongan V B
Vivi              : V  (Vanadium)
Nebeng         : Nb          (Niobium)
Tari              : Ta (Tantalum)
Di Bali         : Db          (Dubnium)

Golongan VI B
Cari            : Cr   (Kromium)
Motor         : Mo  (Molydebnum)
Waktu        : W    (Wolfram)
Senggang   : Sg   (Seaborgium)



Golongan VII B
Mana          : Mn  (Mangan)
Tukang       : Tc   (Teknetium)
Reparasi     : Re   (Rhenium)
Behel?        : Bh   (Bohrium)

Golongan VIII B
Feni            : Fe  (Ferrum/Besi)
baRu           : Ru   (Ruthenium)
Ospek         : Os   (Osmium)
Hasbi          : Hs   (Hassium)

Cowo          : Co   (Kobalt)
Rada           : Rd   (Rhodium)
Ileran          : Ir     (Iridium)
Matiin aja  : Mt   (Meitnerium)

Nini            : Ni   (Nikel)
PD              : Pd   (Paladium)
Putusin       : Pt    (Platinum)
Uun            : Unn (Ununnilium)





Golongan I B
Cukup         : Cu   (Cuprum)
Agar           : Ag (Argon/Perak)
Aku            : Au   (Aurum/Emas)
Untukmu    : Uuu (Unununium)

Golongan II B
Zn               : Zn   (Zink/Seng)
Code           : Cd   (Cadnium)
Harga         : Hg  (Merkuri)
Untuk baju : Uub (Ununbium)



Lantanida
Cewe             : Ce (Cerium)
Para              : Pr (Praseodimium)
Noid              : Nd (Neodimium)
Pemarah        : Pm (Prometium)
Sama             : Sm (Samarium)
Euis               : Eu (Europium)
Gadis            : Gd (Godalium)
Tebo              : Tb (Terbium)
Dy                 : Dy (Dysprosium)
Ho                 : Ho (Holmium)
Ermati           : Er (Erbium)
Team             : Tm (Tulium)
Yang             :  Yb (Yiterbium)
Bersangkutan      
Lupa             : Lu (Lutelium)








Aktinida
Tahun        : Th (Thorium)
Papa          : Pa (Protaktinium)        
Ultah         : U (Uranium)
Nopa         : Np (Neptunium)
Punya        : Pu (Plutonium)
Anak manis          : Am (Americium)
Cama         : Cm (Curium)
Buka          : Bk (Berkelium)
Caffe          : Cf (Californium)
Es              : Es (Einsteninium)
Fahmi        : Fm (Fermium)
Mandi        : Md (Mendelevium)
Nola          : No (Nobelium)
Lari            : Lr (Lowrencium)

Kamis, 10 Maret 2011

Asam Alkanoat/Asam Karboksilat

Asam Alkanoat/Asam Karboksilat
1. Rumus Umum
Asam alkanoat atau asam karboksilat merupakan golongan senyawa karbon yang
mempunyai gugus fungsional –COOH terikat langsung pada gugus alkil, sehingga rumus
umum asam alkanoat adalah : R-COOH

2. Tata Nama
Penamaan senyawa-senyawa asam alkanoat atau asam karboksilat juga ada dua cara
yaitu :
1) Menurut IUPAC : mengikuti nama alkananya dengan menambahkan nama asam di
depannya dan mengganti akhiran “ ana “ pada alkana dengan akiran “ anoat “ pada
asam Alkanoat.
2) Menurut Trivial, penamaan yang didasarkan dari sumber penghasilnya.

Untuk senyawa-senyawa asam alkanoat yang mempunyai rumus struktur bercabang
aturan penamaan IUPAC adalah sebagai berikut :
1) Tentukan rantai utama dengan memilih deretan C paling panjang dan mengandung
gugus fungsi –COOH, kemudian diberi nama seperti pada tabel di atas.
2) Penomoran atom C dimulai dari atom C gugus fungsi, sedang aturan selanjutnya sama
dengan yang berlaku pada senyawa-senyawa hidrokarbon.
Contoh :
a) CH3–CH2–CH (CH3)–COOH Asam 2, metil Butanoat

3. Sifat – Sifat Asam Karboksilat
Secara umum senyawa-senyawa asam alkanoat atau asam karboksilat mempunyai
sifat-sifat sebagai berikut :
1) a) Asam alkanoat yang mengandung C1 sampai C4 berbentuk cairan encer dan larut
sempurna dalam air
b) Asam alkanoat dengan atom C5 sampai C9 berbentuk cairan kental dan sedikit larut
dalam air
c) Asam alkanoat suku tinggi dengan C10 atau lebih berbentuk padatan yang sukat
larut dalam air.
2) Titik didih asam alkanoat lebih tinggi dibandingkan titik didih alkohol yang memiliki
jumlah atom C yang sama.
3) Asam alkanoat pada umumnya merupakan asam lemah. Semakin panjang rantai
karbonnya semakin lemah sifat asamnya.
Contoh :
HCOOH Ka = 1,0 . 10–4

CH3COOH Ka = 1,8 . 10–5

CH3CH2COOH Ka = 1,3 . 10–5

4) Asam alkanoat dapat bereaksi dengan basa menghasilkan garam. Reaksi ini disebut
reaksi penetralan.
a) CH3COOH + NaOH -------------> CH3COONa + H2O
Asam Etanoat Natrium Etanoat

5) Asam alkanoat dapat bereaksi dengan alkohol menghasilkan senyawa ester. Reaksi ini
dikenal dengan reaksi esterifikasi.
a) CH3COOH + CH3–OH ------------------> CH3COOHCH3 + H2O
Asam Etanoat Metanol Metil Etanoat

b) CH3CH2COOH + CH3CH2–OH -------------> CH3CH2COOCH3 + H2O
Asam Propanoat Etanol Etil Propanoat

4. Kegunaan Asam Alkanoat
Penggunaan asam alkanoat dalam kehidupan sehari-hari antara lain :
1) Asam format (asam metanoat) yang juga dikenal asam semut merupakan cairan tak
berwarna dengan bau yang merangsang. Biasanya digunakan untuk :
a) menggumpalkan lateks (getah karet)
b) obat pembasmi hama
2) Asam asetat atau asam etanoat yang dalam kehidupan sehari-hari dikenal dengan nama
asam cuka. Asam cuka banyak digunakan sebagai pengawet makanan, dan penambah
rasa makanan (baksa dan soto)
3) Asam sitrat biasanya digunakan untuk pengawet buah dalam kaleng
4) Asam stearat, asam ini berbentuk padat, berwarna putih. Dalam kehidupan sehari-hari
terutama digunakan untuk membuat lilin.